Pendidikan Kader

Tiga Benang Merah

Dalam proses pendidikan dan pembinaan kader (calon anggota) di PMKRI, setiap individu ditempa untuk menghayati identitas perhimpunan. Identitas ini terangkum dalam landasan spiritual dan moral yang diwajibkan bagi setiap kader, yang dikenal sebagai Tiga Benang Merah PMKRI.

1. Kristianitas

Kristianitas bukanlah sekadar identitas agama, melainkan perwujudan nilai-nilai cinta kasih, keadilan, dan pengorbanan. Kader PMKRI dituntut untuk memiliki keberpihakan kepada kaum marginal dan tertindas (preferential option for the poor), serta menghayati spiritualitas Katolik dalam setiap gerak perubahan sosialnya.

2. Fraternitas

Fraternitas adalah semangat persaudaraan sejati. Dalam PMKRI, nilai ini melampaui batas-batas suku, ras, dan sekat primordial lainnya. Kader dididik untuk membangun solidaritas yang kokoh, baik untuk merekatkan rasa kekeluargaan di internal organisasi maupun saat terjun membangun bangsa di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

3. Intelektualitas

Kader PMKRI harus memiliki ketajaman analisis, wawasan yang luas, dan kecerdasan yang membumi. Intelektualitas di sini bukanlah kepintaran untuk menyombongkan diri, melainkan ilmu pengetahuan yang dijiwai oleh moral dan agama untuk diabdikan sepenuhnya bagi kepentingan kemanusiaan (Religio Omnium Scientiarum Anima).

"Ketiga nilai ini tidak boleh berdiri sendiri. Ketiganya harus terjalin menjadi satu kesatuan utuh dalam mencetak kader pemimpin yang siap melayani Gereja dan Tanah Air (Pro Ecclesia et Patria)."